Kementerian Pariwisata RI Ajak Tidore Gelar Event Bersama Tahun 2012

Citizen reporter : Om Gogo melaporkan dari Tidore

Mencoba Bambu Gila : Direktur Promosi Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, M. Faried Murtolokedua dari kiri mencoba permainan bambu gila dikelurahan Gurabunga (foto by. Om Gogo)

[halmaheranews,TIDORE-21/4/11]. Kementerian kebudayaan dan Pariwisata RI bakal menggandeng Pemda Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan untuk menggelar event bersakala nasional di tahun 2012. Direktur Promosi Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, M. Faried Murtolo, ketika melakukan kunjungan kerja ke Tidore Kepulauan, Senin (18/4) , mengungkapkan ketertarikannya pada potensi pariwisata di Kota Tidore Kepulauan

”Potensi Pariwisata di Kota Tidore Kepulauan luar biasa. Untuk itu, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI berencana pada tahun 2012 akan bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan untuk mengembangkan event bersakala nasional, syukur-syukur bisa berskala internasional,” ungkap Faried

M. Faried Murtolo juga mengajak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan bersama-sama dengan Kementerian Pariwisata RI melalui Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata, untuk mempromosikan dan menjual potensi wisata Tidore di kota-kota besar di Indonesia bahkan di luar negeri. M. Faried Murtolo optimis jika pemerintah daerah sejak dini menyiapkan infrastruktur termasuk sarana-prasarana pendukung pariwisata dan SDM kepariwistaan maka Tidore yang dinilainya sangat terkenal dipentas sejarah dunia tersebut bisa berkembang dengan baik dari sisi Wisata Sejarah.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Drs. H. Asrul Sani Soleiman, menjelaskan di Hari Jadi Tidore Ke 904 pada bulan April 2012 nanti masuk dalam event pariwisata nasional dan mendapat sharing dana dari APBN. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan terus mengupayakan membuat kemasan paket potensi wisata untuk dijual keluar. ”Kita tidak harus menunggu sampai home stay maupun prasarana pendukung pariwisata siap, kedua-duanya kita upayakan tetap jalan,” kata Asrul Sani Soleiman.(end)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *