TERNATE, HN – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Ternate dalam beberapa hari terakhir berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Tak hanya mengganggu aktivitas perkantoran dan transportasi laut, kondisi ini juga memukul sektor perdagangan, khususnya pasokan ikan di pasar-pasar tradisional.
Di Pasar Higienis Gamalama, sejumlah pedagang mengeluhkan stok ikan yang semakin menipis. Pasokan dari nelayan berkurang drastis karena sebagian besar kapal tidak bisa melaut akibat gelombang tinggi dan angin kencang.
“Sudah tiga hari ini stok ikan sangat kurang. Nelayan tidak berani melaut karena ombak besar, jadi ikan susah didapat. Mau tidak mau harga ikut naik,” ujar Asmina, salah satu pedagang ikan, Rabu (8/10).
Jenis ikan yang paling terdampak di antaranya ikan cakalang. Biasanya ikan cakalang ukuran sedang dijual dengan harga Rp20–30 ribu per ekor. Namun, dalam dua hari terakhir, harganya melonjak menjadi Rp50–70 ribu per ekor, tergantung ukuran.
Kenaikan harga ini tidak hanya dirasakan oleh pedagang, tetapi juga oleh pembeli. Sejumlah pengunjung pasar mengaku terpaksa mengurangi pembelian karena harga yang kian mahal.
Kondisi serupa diprediksi akan terus terjadi selama cuaca ekstrem masih berlangsung. Para pedagang berharap cuaca segera membaik agar nelayan bisa kembali melaut dan pasokan ikan kembali normal.(yUn)





