Kafilah Maluku Utara Tampil Memukau di MQKI 2025: Penuh Semangat, Persaingan Kian Ketat

WAJO, HN — Semangat juang tinggi tampak dari para santri asal Maluku Utara yang turun berlaga dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) I Tahun 2025 di Pondok Pesantren As’adiyah Wajo, Sulawesi Selatan. Kompetisi bergengsi ini resmi memasuki babak pertandingan yang mempertemukan ratusan peserta dari 34 provinsi di Indonesia serta 10 negara sahabat.

Sejak Jumat pagi (3/10/2025), kafilah Maluku Utara tampil percaya diri di berbagai majelis lomba. Faujan Rizaldi memulai penampilan di Majelis Hadis Ilmu Hadis, disusul Widya Nurul di Majelis Nahwu, Wa Ode Firayani di Majelis Fiqh, dan Muhamad Yusuf di Majelis Fiqh Usul Fiqh. Keempatnya menunjukkan kemampuan terbaik dengan pembawaan tenang namun penuh keyakinan.

Memasuki sesi siang hingga sore usai salat Jumat, giliran Fitrah Elqifari (Majelis Tafsir Ilmu Tafsir), Risky Maolana (Majelis Nahwu), dan Ubaidillah (Majelis Akhlak) naik panggung. Mereka tampil dengan semangat tinggi, mencerminkan kesiapan panjang dan latihan intensif yang telah dilakukan sebelum keberangkatan.

Tak kalah menarik, cabang Debat Bahasa Arab menghadirkan laga menegangkan antara kafilah Maluku Utara dan Banten. Tiga santri — Nurmaulidiyah, Jihan Rifda, dan Dinda Kayana — sempat terlihat gugup di awal, namun berhasil bangkit dan menampilkan argumentasi tajam dengan penguasaan bahasa yang solid. Tepuk tangan meriah dari penonton mengiringi setiap sesi perdebatan mereka.

Kehadiran para santri Maluku Utara di panggung internasional ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wujud nyata dedikasi dalam mengembangkan tradisi intelektual pesantren. Selain memperluas wawasan, keikutsertaan mereka juga mengasah mental dan mempererat silaturahmi antarbangsa.

“Apapun hasilnya nanti, semangat dan kerja keras para kafilah sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Maluku Utara,” ujar salah satu pembimbing kontingen.

Gelaran MQKI I ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk meneguhkan komitmen dalam memahami khazanah kitab turats serta memperkuat moderasi beragama di tingkat global. Dukungan dan doa dari masyarakat Maluku Utara pun terus mengalir agar para peserta mampu menorehkan prestasi terbaik dan membawa harum nama daerah di pentas internasional. (rd)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *