SOFIFI, HN – Maluku Utara kembali menorehkan kebanggaan di kancah pendidikan pesantren. Sebanyak 10 santri terbaik akan membawa nama daerah ini pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional pertama yang digelar di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Kompetisi ini akan berlangsung mulai awal Oktober mendatang, menghadirkan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia serta perwakilan santri dari 10 negara Asia Tenggara.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Dr. H. Basnang Said, menyebut MQK Internasional 2025 sebagai momentum penting. “Inilah saatnya santri Indonesia tampil di pentas dunia, memperkenalkan khazanah pesantren sebagai bagian dari peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” katanya.
Menurut Basnang, kitab kuning yang menjadi bahan kajian para santri bukan hanya menyimpan ilmu agama, tetapi juga nilai universal seperti perdamaian, keadilan, demokrasi, dan kepedulian lingkungan.
Kontingen Maluku Utara sendiri akan bertolak ke lokasi lomba pada 30 September 2025. Kepala Kanwil Kemenag Malut berharap para santri bisa tampil percaya diri dan menjalin silaturahmi dengan ratusan peserta lainnya.
“Ajang ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga tentang memperlihatkan ke dunia nilai-nilai Islam yang diajarkan pesantren Indonesia,” tegasnya.
Adapun 10 santri Maluku Utara yang siap tampil antara lain berasal dari Pondok Pesantren Salafiyah Alkhairaat Sasa, PP Ali Bin Abi Thalib, dan PP Alkhairaat Tobelo, dengan cabang yang mereka ikuti mulai dari Fiqh, Hadis, Tafsir, Nahwu hingga Debat Bahasa Arab.
Dengan semangat dan persiapan matang, para santri diharapkan mampu mengharumkan nama Maluku Utara sekaligus Indonesia di level internasional. (red)





