MADINAH, HN – Jemaah haji Kloter 13 asal Maluku Utara mulai menjalani rangkaian ibadah di Madinah sejak kedatangan mereka pada Sabtu (10/5/2025). Namun, kondisi cuaca yang sangat panas menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah.
Salah satu jemaah bernama Zahrah Joisangaji, asal Kabupaten Sula, harus dilarikan ke Rumah Sakit Al-Miqat usai mengalami gangguan kesehatan saat tiba di Madinah. Suhu udara saat itu tercatat mencapai 42 derajat Celsius.
“Petugas kloter telah mendampingi Ibu Zahrah ke rumah sakit, dan alhamdulillah kondisinya mulai membaik meskipun saturasi oksigennya masih belum stabil,” kata H. Syarif Ibrahim Umar, pembimbing ibadah kloter, Minggu (11/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa seluruh jemaah dibagi di dua hotel dan tetap menjalankan ibadah di Masjid Nabawi. Petugas terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan jemaah, terutama yang rentan terhadap suhu panas ekstrem.
Menurut laporan dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), suhu tinggi di Madinah dapat memperparah kondisi pasien lansia atau mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
“Kami terus mengingatkan jemaah untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, banyak minum air putih, serta menggunakan payung atau topi saat beraktivitas di luar,” tambah Syarif.
Hingga saat ini, tidak ada laporan penambahan kasus serupa dari kloter 13. Pihak Kementerian Agama memastikan pelayanan kesehatan tetap siaga 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan darurat selama masa tinggal di Madinah. (*)








