HalmaheraNews – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke Ternate, Maluku Utara, Minggu (09/03). Kedatangannya disambut langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Samsuddin A. Kadir di Bandara Sultan Babullah pada pukul 10.15 WIT.
Setibanya di Ternate, Menkes yang sebelumnya meninjau rumah sakit di Kabupaten Taliabu, langsung menuju RSUD Chasan Boesoirie di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Tengah, pukul 10.30 WIT. Rombongan disambut oleh Direktur Utama RSUD CB, dr. Alwia Assagaf, beserta Wakil Direktur dan staf rumah sakit.
Dalam kunjungannya, Menkes Budi mendengarkan langsung keluhan serta kebutuhan RSUD, terutama terkait anggaran dan peralatan medis yang masih kurang. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat siap memberikan bantuan untuk sejumlah rumah sakit yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk empat rumah sakit di Maluku Utara yang menjadi fokus dalam kunjungan kali ini.
“Kemarin kami sudah melihat rumah sakit di Taliabu yang lokasinya cukup jauh. Saya juga meminta agar akses menuju rumah sakit tersebut diperbaiki. Untuk rumah sakit di Maba, saya belum meninjau langsung, tetapi kami harapkan pembangunan rumah sakit bisa selesai tahun ini,” ujar Budi.
Lebih lanjut, Menkes menyampaikan bahwa untuk rumah sakit provinsi, pemerintah akan memberikan bantuan alat kesehatan guna meningkatkan pelayanan.
“Kami akan menyediakan peralatan kesehatan, seperti alat pemeriksaan jantung agar pasien tidak perlu dirujuk ke luar daerah. Selain itu, ada juga peralatan terapi kanker yang harganya cukup mahal. Rumah sakit ini memang membutuhkan fasilitas yang lebih lengkap,” tambahnya.
Menkes juga menyoroti masih banyaknya rumah sakit di Maluku Utara yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, dari 23 rumah sakit di wilayah tersebut, sebagian besar masih kekurangan peralatan medis yang memadai.
“Sebenarnya, pengadaan alat kesehatan itu tidak sulit karena anggarannya sudah tersedia. Yang terpenting adalah bagaimana manajemen rumah sakit dapat mengelola dengan baik, sehingga pelayanan kesehatan tidak menumpuk di satu rumah sakit saja. Misalnya, untuk pengobatan jantung atau kanker, perlu ada pemerataan layanan dan kesiapan dokter spesialis di daerah,” ungkapnya.
Setelah meninjau ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan bangunan khusus penyakit jantung selama kurang lebih 35 menit, Menkes bersama rombongan bertolak kembali ke bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Maba, Halmahera Timur. Gubernur Sherly Tjoanda dan Sekda Maluku Utara turut mendampingi dalam agenda tersebut. (yUn)






