Sabtu, 21 September 2024, pelataran Pantai Tugulufa di Kota Tidore Kepulauan menjadi saksi dari sebuah peristiwa yang monumental dalam sejarah politik Maluku Utara. Di bawah langit biru yang cerah, ratusan ribu warga dari berbagai penjuru Maluku Utara berkumpul dengan semangat dan harapan yang membara. Mereka datang untuk mendukung satu suara, satu maklumat yang disampaikan dari lubuk hati rakyat kepada pemimpin yang mereka percayai—Sultan Tidore, Husain Alting Sjah. Peristiwa ini bukan sekadar sebuah acara politik, melainkan sebuah pernyataan sikap dari rakyat yang menginginkan perubahan besar di daerah mereka.
Dengan latar belakang empat kesultanan besar yang memiliki sejarah panjang di Maluku Utara—Sultan Tidore, Sultan Jailolo, Sultan Bacan, dan Sultan Ternate—momentum ini terasa sarat dengan simbolisme. Empat sultan hadir sebagai saksi dalam pembacaan “Maklumat Rakyat Kie Raha”, sebuah deklarasi yang mewakili suara kolektif rakyat Kie Raha, sebuah entitas yang melambangkan persatuan dan kebesaran sejarah di wilayah itu.
Sofyan Daud, salah satu tokoh masyarakat Maluku Utara itu tampil di depan ribuan mata yang menyaksikan dengan penuh perhatian. Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, ia membacakan tiga poin utama yang terkandung dalam maklumat tersebut. Poin pertama menginginkan Alkhalifa Till Mukaram Saidus Sakalain Ala Jabalit Tidore, yakni Sultan H. Husain Alting Sjah, untuk maju sebagai calon Gubernur Maluku Utara. Poin kedua menegaskan bahwa rakyat bertekad sekuat tenaga dan nurani untuk memenangkan Sultan Tidore sebagai gubernur terpilih periode 2024-2029. Poin ketiga menggarisbawahi komitmen rakyat untuk mengawal kepemimpinan Sultan Husain, agar ia dapat membawa keadilan, kemakmuran, kedamaian, serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat Maluku Utara.
Ketika Sofyan Daud selesai membacakan maklumat tersebut, suasana seketika berubah menjadi lebih emosional. Sorak-sorai dukungan menggema, seakan menandakan bahwa rakyat Maluku Utara tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga menitipkan harapan besar kepada Sultan. Di tengah gelora semangat itu, Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, melangkah maju. Dengan sorot mata yang penuh keteguhan, ia menerima maklumat tersebut.
Dalam sambutannya yang penuh kharisma, Sultan Husain mengucapkan dengan tegas, “Saya, Husain Alting Sjah, dengan izin Allah, menerima Maklumat Rakyat Kie Raha.” Ucapan ini tak hanya sebatas penerimaan formal, tetapi merupakan sebuah janji yang disampaikan kepada seluruh rakyat Maluku Utara. Sebuah janji bahwa ia, bersama rakyatnya, akan memperjuangkan setiap harapan yang telah disuarakan melalui maklumat itu. “Dengan bersama-sama rakyat Maluku Utara, kita akan memenuhi Maklumat Rakyat Kie Raha,” tambah Sultan, disambut oleh gemuruh suara warga yang serentak berteriak, “HAS Malut Harga Mati.”
Suasana semakin bergelora ketika ribuan warga yang hadir secara serentak meneriakkan nama pasangan “Husain Alting Sjah dan Asrul Rasyid Ichan”, yang dianggap sebagai pasangan paling pantas untuk memimpin Maluku Utara ke depan. Seruan “HAS Malut Harga Mati” terdengar lantang di seluruh sudut pantai, mencerminkan keyakinan yang mendalam bahwa hanya duet ini yang mampu menghadirkan perubahan besar yang diharapkan. Bagi rakyat yang hadir, kemenangan Husain Alting Sjah bukan sekadar kemenangan politik, melainkan sebuah kemenangan bagi seluruh Maluku Utara yang haus akan pemimpin yang mampu membawa daerah ini menuju kemakmuran, kesejahteraan, dan kedamaian.
Acara tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi adalah bentuk nyata dari kepercayaan rakyat kepada pemimpin mereka. Maklumat Rakyat Kie Raha yang disampaikan di depan empat sultan besar tersebut adalah simbol persatuan dan kesepakatan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Maluku Utara. Rakyat percaya bahwa Sultan Husain, dengan pengalaman dan kepemimpinannya yang bijaksana, mampu mengangkat derajat daerah ini, membawa perubahan yang berarti, dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi.
Bagi rakyat Maluku Utara, Pilkada 2024 bukanlah sekadar kontestasi politik biasa. Ini adalah titik balik, momen kritis yang menentukan arah pembangunan daerah mereka untuk lima tahun ke depan. Dukungan yang diberikan kepada Husain Alting Sjah dan Asrul Rasyid Ichan bukan hanya soal memilih calon pemimpin, tetapi juga soal menaruh harapan besar pada mereka yang dipercaya dapat membawa perubahan signifikan. Rakyat menginginkan pemimpin yang mampu memahami aspirasi mereka, yang dapat berdiri bersama mereka dalam suka dan duka, dan yang dapat mewujudkan janji-janji keadilan dan kemakmuran.
Dengan diterimanya Maklumat Rakyat Kie Raha, perjalanan menuju Pemilihan Gubernur Maluku Utara 2024 menjadi semakin jelas. Ini bukan hanya perjalanan Husain Alting Sjah dan pasangannya, tetapi juga perjalanan seluruh rakyat Maluku Utara yang menginginkan masa depan yang lebih baik, adil, dan sejahtera. Kepercayaan yang diberikan oleh rakyat menjadi kekuatan bagi Sultan Husain untuk maju dengan teguh dalam perjuangan politik ini. Harapan besar telah dititipkan, dan kini langkah-langkah menuju perubahan telah dimulai, dengan rakyat yang siap mengawal dan mendukung sampai tujuan besar itu tercapai.(**)




