HalmaheraNews– Mantan kadis pendidikan Nasional (Kadiknas) Kabupaten Halmahera Selatan Safiun Radjulan angkat bicara menanggapi tudingan tehadap dirinya meninggalkan sejumlah permasalahan setelah dirinya dilantik menjadi Sekda Halsel, terkait dengan persoalan yang terjadi pada SDN 157 Halsel di desa Tawabi kecamatan Bacan Barat.
Safiun menjelaskan bahwa pihak Dinas Pendidikan Halsel kala itu telah mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi di SDN 157 Halsel. Mereka telah melakukan empat kali kunjungan lapangan untuk upaya penyelesaian.
hanya saja masyarakat di sana masih beda pendapat, untuk itu masih butuh proses guna menghindari terjadi benturan antar kelompok di sana.
Safiun mengakui, bahwa saat itu sekolah tersebut belum berjalan lancar. “Karena begitu saya perintahkan dibuka sekolah, setelah itu dipalang kembali, jadi bukan tidak pernah dibuka sejak pemalangan pertama, sebagaimana diberitakan,”tegasnya.
Meskipun Safiun saat ini telah menjabat sebagai Sekda Halsel, dengan jabatan Kadiknas yang kini dipegang oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, ia menegaskan bahwa masalah ini tetap menjadi tanggung jawab bersama. Mereka memiliki komitmen untuk menyelesaikan masalah ini melalui proses yang berlaku dan mekanisme yang sesuai, dengan tekad untuk menghindari konflik di antara kelompok masyarakat.
Mengenai pemindahan dua guru yang telah menjadi sumber perbedaan pendapat dan pemalangan sekolah, Safiun menjelaskan bahwa pemindahan tersebut adalah tindakan pembinaan yang diambil dalam lingkungan internal Dinas Pendidikan. Alasan di balik tindakan ini adalah karena ada pelanggaran kode etika yang dilakukan oleh dua guru tersebut. Safiun dengan tegas menyatakan bahwa pemindahan guru bukanlah keputusan yang diambil oleh kepala sekolah, sebagaimana mungkin diyakini oleh beberapa pihak.
Lebih lanjut, Safiun juga menyampaikan ketidakpuasannya terhadap berita-berita di media yang seringkali tidak memperoleh konfirmasi dari pihaknya. Safiun menegaskan bahwa hal ini memberikan kesan yang keliru, yaitu kesan bahwa mereka tidak peduli atau tidak mampu menyelesaikan masalah ini, yang menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan. (Ade M)




