HALMAHERAnews – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gelar Pengukuhan Bapak/Ibu Asuh Anak Stunting Maluku Utara yang dipusatkan di Makorem 152 Baabullah Ternate, Selasa (13/09).
Pengukuhan ini melibatkan unsur TNI di wilayah Kabupaten Kota yakni Kodim dan Koramil sebagai Bapak Asuh Anak Stunting dengan program kerja yang sama yang akan dilakukan oleh Korem dan jajarannya termasuk Kamtibmas yang tersebar di Kabupaten Kota.
Wakil Gubernur Malut, H. M. Al Yasin Ali membuka resmi Pengukuhan sekaligus mengingatkan kepada Bapak/Ibu Asuh yang telah resmi dikukuhkan agar dapat melaksanakan program BKKBN karena ini merupakan tanggungjawab semua pihak.
“Kita diseluruh indonesia wajib mencegah stunting ini sesuai perpres. Kenapa harus libatkan TNI karena dipusat Panglima TNI juga merupakan salah satu bapak asuh”, ungkap Wagub.
Wagub yang juga merupakan ketua TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) di Maluku Utara ini, juga jelaskan terkait tingginya angka kasus stunting di Maluku Utara sesuai data, ada di angka 27,5 persen sementara ukuran nasional Maluku Utara di angka 22 persen, ini untuk data 2021. Target presiden ditahun 2024 harus turun 14 persen, makanya kita gandeng TNI ini sampai kepelosok diharapkan bisa mencapai target nasional, ungkapnya.
Lanjutnya, survei data stunting tahun 2022 ini untuk Malut terbilang masih baik dibanding provinsi lain yakni diurutan 12 besar nasional dan yang tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur diatas 30 persen, survei berikut yang akan dilakukan tim adalah untuk data 2023 mendatang yang diharapkan akan lebih menekan angka persen yang saat ini masih dikisaran 20 persen.
Soal stunting di Malut ini, kabupaten yang paling tinggi adalah daerah Pulau Taliabu 30 persen dan yang terendah adalah Kota Ternate. Untuk anggaran sendiri, Maluku Utara kecipratan 10 Miliar khusus menangani masalah stunting, namun ada dua kabupaten belum menerima bantuan yang akan segera dikonfirmasi ke dinas terkait, kata Wagub lagi.
Sementara itu, Kepala Danrem 152 Baabullah Ternate, Brigjend. TNI. Novi Rubadi Sugito kepada awak media mengaku siap menjalankan program tersebut.
“Kita akan libatkan kamtibmas diseluruh wilayah di Malut, ini kita akan sesuaikan kondisi dimana sosialisasi dilakukan maka kita juga ikut mengajak masyarakat untuk menghadiri kegiatan tersebut tentunya berkaitan dengan pencegahan stunting seperti memberikan asupan makanan yang bergizi kepada anak balita dan juga ibu hamil serta kegiatan posyandu”, ujar Danrem. (yUn)







