[halmaheranews-MAKASSAR-6/4/11] Jajaran muspida provinsi Maluku Utara yang dipimpin oleh wakil gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba datang ke Makassar untuk bertemu dengan mahasiswa asal Maluku Utara yang kuliah di Makassar, pasca insiden perkelahian antar sesama mahasiswa Maluku Utara yang menewaskan seorang mahasiswa asal Kepulauan Sula, Maluku Utara.
Pertemuan yang di gelar di hotel Imperial Aryaduta Makassar tersebut, dihadiri oleh seluruh perwakilan organisasi kedaerahan asal Maluku Utara, diantaranya Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Nuku (HIPMIN) Makassar asal kota Tidore Kepulauan, Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMA) Halmahera Tengah, Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Halmahera Utara, Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS), Ikatan Pelajar Mahasiswa Kota Ternate (IPMKT).
Pertemuan antara muspida provinsi Maluku Utara tersebut juga dihadiri orang tua Sofyan, mahasiswa asal Sanan Kepulauan Sula, yang sebelumnya menjadi korban meninggal dunia. Serta hadir juga para tokoh masyarakat asal Maluku Utara yang tinggal di Makassar.
Sementara itu rombongan muspida yang datang dari Ternate pada selasa siang, terdiri dari Wakil Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, Wakapolda Maluku Utara Kombes Krido Sudibyo, Sekretaris Daerah Maluku Utara Muhajir Albaar, Ketua DPRD Propinsi Maluku Utara, Kepala Badan Inteligen Negara (BIN) daerah Maluku Utara, serta wakil bupati Halmahera Selatan. .
Pertemuan Hasilkan Empat Point Kesepahaman
Pertemuan antara muspida Malut dan mahasiswa Malut di Makassar ini berlangsung tertib dan lancar, meski sempat terjadi adu argument antar peserta pertemuan. Wakil Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba menghimbau kepada mahasiswa Maluku Utara di Makassar, untuk menahan diri dan menyerahkan proses penyelasian kasus ini sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu orang tua Sofyan, mahasiswa asal Sanana yang menjadi korban tewas dalam kasus ini, meminta kepada para mahasiswa untuk menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada polisi, agar tidak lagi ada korban berikutnya. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 17.30 hingga pukul 20.00 Wita ini, menghasilkan beberapa butir kesepahaman, diantaranya :
- Seluruh mahasiswa sepakat untuk mendukung upaya kepolisian mencari pelaku pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya Sofyan.
- Menghimbau kepada mahasiswa asal Maluku Utara untuk kembali ke rumah mereka masing-masing karena situasi telah kondusif
- Seluruh organisasi mahasiswa keadaerahan asal propinsi Maluku Utara untuk membantu menjaga suasana kondusif yang telah tercipta
- Para mahasiswa diminta untuk tidak terpengaruh dengan issu-issu yang bersifat provokatif dan sengaja mengadu domba antar mahasiswa
Dalam pertemuan tersebut pemerintah provinsi Maluku Utara, juga menyerahkan uang duka kepada keluarga Sofyan, yang menjadi korban dalam pertikaian antara mahasiswa Maluku Utara tersebut. (end)




