Wujud Ketahanan Pangan Pulau Obi Dengan Program SENTANI

Panen Perdana Padi di Obi (Ist)

HALMAHERAnews – HARITA Nickel mengembangkan program sentra Ketahanan Pangan Pulau Obi (SENTANI) di dua desa yakni desa Buton dan desa Ake Gula Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian, menambah pendapatan petani serta mewujudkan ketahanan pangan di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas katana menjelaskan, program ini adalah salah satu program pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita disektor pertanian yang melibatkan dinas pertanian setempat, Bumdes, kelompok tani.

“Semua ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian, kemandirian pangan dan indeks nilai tukar petani di wilayah Obi”, ungkap Stevi.

Program Sentani kata Stevi, merupakan salah satu jawaban konkrit Harita terhadap cita-cita meningkatkan kesejahteraan petani dan swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Department Head of Community Affairs and Land Acqusition Harita, Lutfi Supriadi menjelaskan, para kelompok tani diberi bimbingan budidaya, dukungan sarana dan prasarana pertanian dan dukungan terhadap penyerapan pasar.

“Ada beberapa komoditas yang dikembangkan yakni demplot padi dilahan seluas 3 ha dan semangka dilahan seluas 4 ha sebagai pengembangan program tahap pertama. Komoditas tersebut memiliki potensi budidaya dan penyerapan hasil panen yang besar”, tukasnya.

Lanjutnya, saat ini stok di Obi terbatas, jadi pihak perusahaan saat ini banyak menyerap bahan pangan dari luar daerah. Sejak program ini diresmikan akhir Maret 2022 lalu, kelompok tani binaan telah melakukan panen semangka sebanyak 1,1 ton Juni lalu dan menghasilkan gabah kering perdana sebanyak 4,8 tin per hektare pada Rabu, (20/07) lalu.

Melihat animo petani dan hasil panen yang baik Harita berencana menambah luas lahan area tanam demi produktifitas yang lebih optimal.

Sementara Dirut Bumdes, Mahfud Lohor mengungkapkan, adanya peningkatan panen secara signifikan sejak kelompok tani dibawa binaan Harita Nickel.

“Program Sentani membuat hasil panen meningkat. Potensi panen kali ini mencapai 4,8 ton GPK atau 4 kali lebih banyak dibandingkan sebelumnya”, ungkap Mahfud pada kegiatan tersebut, Rabu (20/07) kemarin. (**)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *