Pentas Kolosal Tarian Soya Soya di Pesta Rakyat Legu Gam

Citizan reporter : Delfi Merdeka Melaporkan dari Ternate

[halmaheranews-TERNATE-5/4/11]. Sebanyak 8.125 siswa di Ternate Maluku Utara ambil bagian dalam tarian soya-soya, sebuah tarian perang khas Maluku Utara, yang dipentaskan secara missal di lapangan Ngaralama Salero Ternate. Tarian soya-soya ini dipentaskan dalam rangkaian kegiatan budaya Legu Gam, atau pesta rakyat merayakan hari ulang tahun Sultan Ternate Mudaffar Syah yang ke 76.

Dalam sejarah, tarian soya-soya ini adalah tarian perang yang mengisahkan upaya penyelamatan jenazah Sultan Khairun yang di bunuh oleh tentara jendral Lopes de Mosquita dari Portugis pada tahun 1857di kawasan benteng Nostra Senora de Rosario atau benteng Kastela di Ternate. Upaya penyelamatan ini dipimpin oleh seorang Kapita Kayoa bersama sejumlah pasukannya., yang berhasil menyelamatkan jenazah Sultan Khairun dan membawanya kembali ke kedaton sultan Ternate, dengan mengelabui prajurit Portugis di benteng Santo Pedro.
Gerakan tarian soya-soya sendiri berisi  gerakan memantau, menyerang, mengelak dan menangkis. Soya-soya sendiri memliki arti “menggoreng tanpa minyak” yang bermakna sanggup atau tidak sanggup, sebuah misi harus di jalankan meski dengan taruhan nyawa . Saat ini tarian soya soya masih sering dipentaskan dalam berbagai kegiatan kebudayaan, terutama dalam upacara-upacara adat penyambutan
tamu kehormatan di Kesultanan Ternate atau propinsi Maluku Utara.

Ribuan Warga Padati Ngaralamo

Antusis masyarakat kota Ternate menyaksikan tarian soya-soya secara missal ini sangat tinggi. Ribuan orang memenuhi lapangan Ngaralamo Salero Ternate untuk dapat menyaksikan dari dekat pertunjukan tarian
kolosal soya-soya. Bahkan kemacetan panjang terjadi dijalan protokol kota Ternate sekitar lapangan Ngaralama.

Pertunjukan kolosal tarian soya-soya ini sempat diwarnai kekecewaan warga kota Ternate, karena pihak panitia pelaksana tiba-tiba merubah tempat pelaksanaan tarian soya-soya tersebut. Informasi awal yang didapat warga, tarian tersebut akan berlangsung disepanjang jalan protokoler di Kota Ternate yaitu dari Dufa dufa sampai Bastiong. Warga sempat kecewa karena setelah sekian lama menunggu di pinggir jalan, namun tarian kolosal soya soya dipindahkan panitia ke lapangan Ngaralama. Tarian soya-soya yang dipentaskan secara missal ini juga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), dengan kategori penari soya-soya terbanyak yang pernah dipentaskan.(end)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *