Bank BUMN ini akan Menutup 26 Kantor Cabang, Bagaimana Nasib Nasabah dan Karyawan ?

Ilustrasi Logo Bank BUMN (Ist)

HALMAHERAnews – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN pada tahun 2022 hingga 2024 terus mengoptimalkan kinerja jaringan kantornya sejalan dengan lini bisnis digital banking yang semakin berkembang.

Sejalan dengan itu, Salah satu Bank BUMN ini akan menata jaringannya dan berencana menambah 30 kantor secara bertahap sampai dengan tahun 2024 nanti.

Secara nasional rinciannya BTN akan menambah 30 kantor cabang, yakni 27 Kantor Cabang Pembantu (KCP), 2 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) serta 1 Kantor Fungsional (KF) dan akan  akan mengurangi 26 kantor cabang, yaitu 25 KCP dan 1 KCPS secara bertahap dan dimulai pada 8 Juli 2022.

Jasmin selaku Direktur Distribution & Funding Bank BTN, memberikan kepastian bahwa penutupan tersebut tak akan berdampak ke nasabah maupun karyawan. Bahkan, BTN justru menambah SDM dengan penambahan kantor cabang pembantu.

“Strategi ini menjadi bagian dari rancangan transformasi digital kami sehingga lebih efisien namun tetap dapat memenuhi kebutuhan dan kenyamanan nasabah kami,” jelas Jasmin dalam keterangan resmi, Senin (20/6), seperti dikutip Kumparan.

Jasmin menambahkan, bagi nasabah pada jaringan kantor dimaksud dipastikan tidak akan mengalami perubahan nomor rekening dan saldo. Mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di outlet yang ditutup juga akan direlokasi ke lokasi jaringan kantor Bank BTN lainnya.

Sampai saat ini, pelayanan transaksi perbankan secara digital, Bank BTN juga memiliki aplikasi mobile banking BTN, internet banking, BTNproperti, rumahmurahbtn, smart residence, dan berbagai fitur lainnya.

Jasmin menjelaskan, langkah optimalisasi tersebut juga termasuk penataan lokasi, dengan tetap menambah jaringan kantor di titik yang masih prospektif. Perseroan juga akan menata lokasi dengan memilih titik-titik strategis melalui pembukaan serta penutupan beberapa jaringan kantor.

Untuk diketahui, dengan berbagai strategi tersebut, per 31 Maret 2022 lalu, emiten bersandi saham BBTN ini mencatat berhasil menurunkan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 228 basis poin (bps) secara tahunan. (*)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *