Citizen reporter : Delfi Mredeka melaporkan dari Ternate

[halmaheranews-TERNATE-28/12/2011] Banjir lahar dingin gunung Gamalama kembali menerjang pemukiman warga di kota Ternate Maluku Utara, dalam musibah ini tiga orang warga tewas akibat tersapu banjir. Korban tewas akibat banjir lahar dingin ini adalah seorang lansia bernama Iskandar, Igas Safira bocah berusia 10 tahun, dan seorang bocah lainnya berusia sekitar 4 tahun yang belum diketahui identitasnya.
Selain menimbulkan korban jiwa banjir lahar dingin juga kembali merusak rumah warga yang bermukim disekitar bantaran sungai di kelurahan Tubo dan Dufa dufa. Terjangan banjir lahar dingin ini adalah yang kesekian kalinya pasca letusan gunung Gamalama pada 5 desember 2011 lalu.
Saat ini warga korban banjir lahar dingin ini telah diungsikan ke posko penampungan pengungsi di bekas kantor Gubernur Maluku Utara. Pihak pengawas gunung berapi Gamalama masih menetapkan status gunung dengan ketinggian sekitar 1700 meter tersebut pada status siaga level III.
Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menyarankan agar pemerintah kota Ternate merelokasi warga yang bermukim di daerah zona bahaya dampak letusan gunung Gamalama. Anjuran relokasi tersebut dikeluarkan karena banjir lahar dingin masih berpotensi mengancam pemukiman warga, terutama warga yang membangun pemukiman diatas jalur aliran lahar dingin.(end).




