Wakil Walikota Tikep : Hidup Damai Berdampingan Jauh Lebih Indah

Citizen reporter : Om Gogo melaporkan dari Oba Tengah

Warga Dusun Roy saling memaafkan sambil berjabat tangan usai pertemuan dengan Wakil Walikota dan Kapolres Tidore di Roy (Foto : Om Gogo)

[halmaheranews-OBA-2/12/2011] Warga masyarakat di Kota Tidore Kepulauan diimbau untuk hidup berdampingan secara aman, damai dan saling menghormati tanpa membedakan suku, agama, ras maupun golongan.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Drs. Hamid Muhammad, saat melakukan pertemuan dengan warga masyarakat Islam dan Kristen di Dusun Roy, Desa Aketobololo, Kecamatan Oba Tengah, Jum’at (2/12) sore. Hamid juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga keamanan dan kebersamaan guna mensukseskan kegiatan perayaan natal bagi ummat Kristiani di Kota Tidore Kepulauan selama bulan Desember ini.

Pertemuan yang berlangsung di ruangan SD Aketobololo di Roy tersebut turut dihadiri Kapolres Tidore, AKBP Nugraha Aristiawarman, S.IK, Sekcam Oba Tengah Yunus Musa, Kepala Desa Aketobololo Umar Ismail, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat Islam dan Kristen di Dusun Roy.

Menurut Hamid masyarakat tidak boleh mengelompokan diri apalagi sampai membuat sekat atau jarak berdasarkan kelompok agama atau suku tertentu tanpa mau membaur dengan yang lain. “Jangan membawa-bawa dan mengatasnamakan agama atau suku ketika muncul masalah atau konflik, tetapi harus dan segera diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak perlu saling menyalahkan,” terang Hamid.

Di tempat yang sama Kapolres Tidore, AKBP Nugraha Aristiawarman, S.IK, mengingatkan bahwa konflik dalam bentuk apapun antar masyarakat, tidak menguntungkan, malah merugikan masa depan ummat manusia dan mengoyak rasa kebersamaan dan kerukunan antara ummat beragama itu sendiri.

Menurut mantan Kapolres Haltim ini bahwa dalam kehidupan bermasyarakat sesama ummat manusia saling membutuhkan. “Hidup bermasyarakat itu saling membutuhkan dan saling menghargai tanpa membedakan suku atau agama, oleh karena itu saya mengimbau agar masyarakat jangan saling mengadudomba apalagi sampai terjebak dalam masalah SARA,” imbau Nugraha.

Pertemuan bersama dan imbauan tersebut disampaikan Wakil Walikota dan Kapolres Tidore menyusul timbulnya kesalahpahaman antara masyarakat di Dusun Roy pada Kamis (1/12) dinihari lalu ketika berlangsungnya pesta pernikahan di salah satu rumah warga. Di sela-sela pertemuan warga menyadari kekeliruan mereka dan saling memaafkan antara satu dengan lain.

Bantuan Untuk Masjid Desa Lola

Wakil Walikota Hamid Muhammad bersama warga Tauno melakukan pengecoran Dek Masjid (Foto : Om Gogo)

Wakil Walikota Tidore Kepulauan  Drs. Hamid Muhammad, Jum’at (2/12) kemarin, kembali membaur bersama warga masyarakat Dusun Tauno, Desa Lola, Kecamatan Oba Tengah untuk melakukan pengecoran  Dek Masjid Hubbul Wathan Tauno.

Kegiatan yang berlangsung pukul 11.30 Wit tersebut turut dihadiri unsur Muspika Oba Tengah, tokoh agama, tokoh adat, imam syara dan masyarakat sekitar. Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota atas nama pemerintah kota memberikan bantuan kepada panitia pembangunan masjid sebesar Rp. 15 juta dan majelis ta’lim Rp. 5 juta. Usai pengecoran dek masjid, Hamid menyempatkan waktu shalat Jum’at secara berjamah dengan masyarakat setempat.

Setelah beristirahat, orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini melanjutkan kunjungan kerjanya di Dusun Roy, Desa Aketobololo dan melakukan pertemuan dengan masyarakat Islam dan Krsiten. Di tempat ini Hamid bersama Kapolres Tidore AKBP Nugraha Aristiawarman, S.IK, mengimbau ummat beragama menjaga kebersamaan, keamanan dan ketertiban menjelang perayaan natal bagi ummat Kristiani serta tidak muda terpancing dengan aksi provokasi yang berbau SARA dari orang yang tidak bertanggungjawab.

Usai dari Roy, Hamid kembali melanjutkan perjalanan menuju Sofifi dan Jum’mat malam tadi memenuhi undangan Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia untuk peryanaan Natal di Gedung Gereja El Shadai, Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara. Lagi-lagi, Hamid yang didampingi Camat Oba Utara Husen Abbas, kembali mengingat masayarakat tentang pentingnya membangun hubungan yang harmonis dan hidup bertoleransi antara sesama umat beragama.

Sementara itu pada Sabtu (3/12) pagi ini pukul 09.00 Wit, mantan Karo Kesra Propinsi ini kembali menghadiri kegiatan Penanaman Satu Milyar Pohon dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional yang digelar Pemerintah Propinsi Malut di Sofifi.(end)

">

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *