Warga Tidore Diminta Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Citizen reporter : Om Gogo melaporkan dari Tidore

Walikota H. Achmad Mahifa didampingi Ketua dan Wakil Ketua DPRD memberikan keterangan pers imbau warga Tidore tidak terprovokasi konflik Ambon (foto :Om Gogo)

[halmaheranews-TIDORE-12/09/2011]Walikota Tidore Kepulauan Drs. H. Achmad Mahifa, didampingi Ketua DPRD  Baharudin M. Alimudin, Wakil Ketua DPRD Achmad Laiman dan Abdul Haris  Achmad, di ruang rapat walikota, Senin (12/9) pagi, mengimbau kepada ummat  beragama di Kota Tidore Kepulauan agar tidak terpancing apalagi sampai  ikut-ikutan terprovokasi dengan konflik antara masyarakat yang melanda Kota  Ambon.  Kota Tidore Kepulauan selama ini terkenal dengan daerah yang aman, nyaman  dan damai untuk dikunjungi dan didiami oleh setiap warga Negara Indonesia  maupun siapapun juga tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras ataupun  golongan. Untuk itu kehidpuan masyarakat yang saling menghormati dalam suasana kebersamaan di Tidore patut dipertahankan dan dijaga.  Menurut Mahifa, konflik yang melanda kota Ambon tidak terkait dengan unsur  SARA dan tidak boleh diarahkan ke masalah SARA karena pemicu konflik  sendiri  murni masalah hukum. Untuk itu masyarakat Kota Tidore Kepulauan tidak boleh  terpancing tetapi tetap menjaga sikap toleransi dan menjaga kebersamaan antara sesama masyarakat. “Kita sudah berhasil melewati konflik yang pernah  melanda daerah ini beberapa tahun silam, antara ummat beragam dan sesama  masyarakat juga hidup dalam kerukunan dan saling menghargai. Jangan  terpancing dengan aksi provokasi, mari kita jaga daerah ini agar konflik di  Ambon tidak merembet ke Kota Tidore khususnya maupun Maluku Utara umumnya,”  imbau Mahifa.

Di tempat yang sama Ketua DPRD Baharuddin M. Alimuddin meminta semua pihak  agar secara bijak membaca dan melihat kondisi yang terjadi di Ambon saat  ini  dan mempercayakan kepada aparat negara untuk diselesaikan secara hukum.  Masyarakat diminta tidak terpancing dengan isu-isu yang bernada provokatif  yang dapat menghancurkan kebersamaan masyarakat.. Menurut Baharuddin Kota  Tidore Kepulauan selama ini dibangun diatas dasar persatuan dan kesatuan  dan  kebersamaan lintas suku dan agama. “Kondisi Kota Tidore Kepulauan selalu kondusif, meskipun mayoritas  penduduk  Tidore Muslim tetapi saling menghormati dan saling menjaga, demikian juga  harus dipahami bahwa kesejahteraan masyarakat di Tidore dibangun di atas  berbagai komunitas agama dan suku, tidak pada satu agama atau golongan saja,” kata Baharuddin

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *