1,2 Milyar Dana Kemenkes RI Untuk Dinkes Dan Puskesmas Tidore Kepulauan

Citizen reporter : Om Gogo melaporkan dari Tidore

Plt. Sekot Tikep Dra. Hj. Kartini Elake, M.Si dan Kadis Kesehatan Tikep Dr.Abdullah Maradjabessy di sela-sela sosialisasi Dana BOK. (Foto : Om Gogo)

[halmaheranews-TIDORE-13/8/2011] Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kesehatan di tahun anggaran 2011 ini mendapat kucuran dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar Rp.1,2 miliar dari Kementerian Kesehatan RI.

Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp.1.080.500.000 disalurkan ke enam Puskesmas di Kota Tidore, selebihnya sebesar Rp.119.500.000 diperuntukkan untuk manajemen Dinas Kesehatan. Puskesmas penerima dana BOK masing-masing Puskesmas Soasio sebesar Rp. 160.500.000, puskesmas Tomalou, Ome, Galala dan Akelamo masing-masing Rp 150 juta.serta puskesmas Payahe Rp320 juta termasuk di dalamnya dibagi lagi untuk Puskesmas Lifofa dan Talagamori.

Walikota Tidore Kepulauan yang diwakili Plt. Sekretaris Daerah, Dra. Hj. Kartini Elake, M.Si, di sela-sela sosialisasi Dana Bantuan Operasional Kesehatan yang di ruang rapat Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Selasa (9/8) pagi, mengatakan dengan adanya Dana BOK tersebut, pemerintah daerah dapat meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif dan kuratif, tersedianya dukungan biaya untuk upaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terselenggaranya proses mini lokakarya di puskesmas dalam perencanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Hj. Kartini Elake mengharapkan kepada Dinas Kesehatan dan seluruh jajarannya baik puskesmas, puskesmas pembantu dan Poskesdes agar dana tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan cakupan kegiatan puskesmas yang ditargetkan oleh Kementerian Kesehatan maupun target MGDs.

Di tempat yang sama Kadis Kesehatan Dr. Abdullah Maradjabessy, mengatakan bahwa dana BOK diutamakan untuk mendukung upaya yang bersifat promosi dan pencegahan yang meliputi kesehatan ibu dan anak serta KB, imunisasi, perbaikan gizi, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan serta pengendalian penyakit dan lainnya. Dr. Abdullah berharap agar Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dapat dicapai.(end)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *