Citizen reporter : Delfi Merdeka melaporkan

[halmaheranews-TIDORE-15/6/2011] Cuaca buruk yang melanda wilayah seperti curah hujan dengan intensitas tinggi dan disertai tiupan angin yang kencang dalam sepekan terakhir terus terjadi di wilayah Maluku Utara.
Kondisi cuaca seperti membuat wilayah perairan Maluku Utara kerap dilanda gelombang tinggi hingga menganggangu aktivitas pelayaran. Akibatnya selain berdampak pada menurunnya penghasilan usaha transportasi laut seperti speedboat dan kapal motor penyeberangan antar pulau, juga memicu terjadinya kenaikan harga seperti ikan laut di sejumlah pasar tradisional.
Di sejumlah pasar tradisional, kenaikan harga ikan laut sangat terasa, dengan kisaran kenaikan yang mencapai seratus persen dari harga normalnya akibat berkurangnya pasokan ikan laut. Pada cuaca normal biasanya banyak jenis ikan yang dijajakan “dibo-dibo” di pasar ikan tetapi akibat cuaca buruk tersebut hanya dua jenis ikan saja yang dapat dijumpai di pasar ikan yaitu ikan komo dan dolosi. Ikan komo yang biasanya dijual seharga Rp.10.000 per-lima ekor, kini naik seratus persen menjadi Rp. 20.00 per-lima ekor.
Kenaikan harga ikan laut ini membuat para ibu rumah tangga harus berpikir keras untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, apalagi ikan merupakan jenis makanan utama masyarakat Maluku Utara.
Speedboat Merugi
Dampak cuaca buruk juga dirasakan para juragan speedboat dan motor kayu. Masyarakat lebih memilih naik feri ketimbang speedboat dan motor kayu dengan alasan keamanan akibat tingginya gelombang laut. Selain itu masyarakat juga masih diliputi kekhawatiran mengingat masih hangatnya peristiwa tenggelamnya speedboad beberapa bulan yang lalu di perairan Jailolo yang menewaskan sejumlah penumpang, akibat kondisi cuaca buruk (end)




