Citizen reporter : Om Gogo melaporkan dari Tidore

[halmaheranews-TIDORE-12/6/2011] Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) era Megawati Soekarno Puteri, Prof. DR. Bambang Kesowo, yang juga anggota Komite Inovasi Nasional (KIN), berjanji akan memperjuangkan Kota Tidore Kepulauan masuk dalam salah satu Kawasan Koridor Pengembangan Pembangunan Ekonomi di Propinsi Maluku Utara.
Hal tersebut dikemukakan Bambang Kesowo didampingi Prof. Nindya Pramono, Mahaguru Hukum Bisnis Fakultas Hukum UGM dan Eka Marsudi, Direktur PT. Bina Kompetensi yang bergerak di Jasa Pemeliharaan File Dokumen Jakarta, ketika berkunjung ke Tidore Jum’at (10/6) hingga Sabtu (11/6) sore akhir pekan lalu.
Bambang Kesowo mengatakan dia akan menyampaikan soal potensi yang dimiliki Kota Tidore dalam rapat-rapat resmi Komite Inovasi Nasional di Jakarta. ”Komite Inovasi ini berada dibawah pengawasan langsung Presiden RI, saya akan menyampaikan dan memperjuangkan Kota Tidore Kepulauan masuk dalam wilayah koridor pengembangan pembangunan ekonomi di Maluku Utara,” terang Bambang Kesowo.
Bambang menjelaskan selama dua hari bersama rombongan di Tidore, dia melihat sejumlah potensi dan keaslian daerah yang patut mendapat perhatian serius pemerintaha pusat untuk dikembangkan ke depan. Salah satu sektor pembangunan yang sangat potensial yaitu di sektor Parwisata. Dikatakan potensi serta kekayaan alam dan budaya Tidore memiliki ciri khas tersendiri.
Komoditi Potensial Daerah
Bambang mencontohkan beberapa komoditi daerah seperti kacang tanah merah dan kacang kenari, menjadi salah satu kekhasan tersendiri karena tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia kecuali di Maluku Utara. ”Dari rasanya yang gurih dan enak saja, sudah beda dan tidak ada di tempat lain,” terang Bambang setelah mencoba langsung rasa dari kacang tanah merah dan kenari tersebut di kediaman Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulaua, Drs. Asrul Sani Soleiman, di Kelurahan Gamtufkange, Tidore.
Mantan Mensesneg era Megawati Soekarno Puteri ini juga berjanji akan kembali lagi ke Tidore sambil mengajak sejumlah pengusaha ternama seperti pemilik Sinar Mas untuk melihat langsung potensi, kekayaan alam dan keunggulan Tidore guna dikelolah dan dikembangkan lebih lanjut oleh pemerintah bersama pihak swasta ke depan.”Tidore luar biasa, tetapi belum mendapat sentuhan Inovasi pembangunan secara baik, saya akan upayakan agar potensi Tidore termasuk sektor pariwisatanya mendapat perhatian pemrintah pusat dan pihak swasta,” ujar Bambang.
Selama berada di Tidore, Bambang Kesowo bersama kedua rekannya mengamati secara seksama potensi alam, laut, komoditi lokal, ciri khas budaya hingga potensi kerajinan gerabah di Pulau Mare. Bambang dan kedua rekannya juga menyempatkan waktu mengelilingi pulau Tidore dari laut, melihat dari dekat Pulau Mare, Maitara hingga memancing di perairan Maluku Utara bersama Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tidore, Drs. Asrul Sani Soleiman, Alumnus UGM Mulyadi Wowor dan puluhan pemancing mania dari Kelurahan Soasio.
Tentang Komite Inovasi Nasional
Komite Inovasi Nasional (KIN) dibentuk oleh Presiden RI melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2010 Tentang Komite Inovasi Nasional. Tugas KIN, Pertama, membantu Presiden dalam rangka memperkuat sistem inovasi nasional dan mengembangkan budaya inovasi nasional. Kedua, memberi masukan dan pertimbangan mengenai prioritas program dan rencana aksi termasuk alokasi pembiayaan dan fasilitas untuk penguatan sistem inovasi nasional yang menghasilkan produk inovatif. Ketiga, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan dan program penguatan sistem inovasi nasional.
KIN berjumlah 30 orang dari berbagai latar belakang seperti inovator, akademisi, pelaku usaha, dan juga tokoh terkait pengembangan inovasi, bertugas hingga akhir masa tugas Kabinet Indonesia Bersatu II, yaitu Oktober 2014. KIN diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Zuhal, M.Sc.E.E, wakil Herry Suhardiyanto yang juga rektor IPB, Sekretaris Prof. Drs. Freddy Permana Zen, M.S., M.Sc. D.Sc. Sedangkan anggotanya antara lain : Prof. Dr. Bambang Kesowo, SH. LL.M; Prof. Dr. Sangkot Marzuki, D.Sc; Prof. Dr. Sahari Besari; Rachmat Gobel; Dr. Ing. Ilham A. Habibie; Rektor UI; ITB;UGM; Rektor ITS, UNHAS; Universitas Syiah Kuala; Rektor UNCEN, UNPATTI dan Rektor Universitas Udayana. (end)




