Citizen reporter : Delfi Merdeka melaporkan dari Ternate

[halmaheranews-TERNATE-24/5/2011] Hujan deras yang mengguyur kota Ternate dan sekitarnya beberapa hari belakangan ini membuat volume air menjadi tinggi disetiap kali mati atau yang biasa disebut warga dengan barangka, yang ada di kotaTernate. Puncak kenaikan volume air di kali mati ini terjadi pukul 01.00 WIT selasa dini hari tadi.
Aliran air yang mengair dari pegunungan tersebut meluap hingga ke atas kali mati dan menerjang rumah warga yang berada di pinggiran kali mati tersebut. Di kelurahan Maliaro sebuah kios rokok yang berada di samping jembatan kali mati rubuh diterjang air yang mengikis tanah dibawah bangunan tersebut.
Dari pemantauan hingga siang tadi air deras masih mengalir disetiap kali mati dikota Ternate, namun volume air telah turun. Sementara itu dalam musibah ini seorang warga BTN kelurahan Maliaro dilaporkan hilang. Korban hilang terseret air saat melihat kondisi banjir di bantaran kali mati. Hingga saat ini pencarian korban oleh pihak kepolisian yang dibantu oleh warga setempat.
Selain di kelurahan Maliaro, dikelurahan Tanah Tinggi, aliran air yang deras juga telah meruntuhkan tembok penahan yang dibangun di pinggir kali mati, air juga menghanyutkan material batu dan pohon-pohon yang tumbang akibat longsoran. Aliran air yang deras juga menggenangi puluhan rumah warga di keluarahan Kayu Merah, dan membuat sedikitnya 41 kepala keluarga terpaksa mengungsi untuk sementara waktu.(end)




