oleh

Pembunuhan Sadis Di Buru Selatan Ditangkap

-Maluku-46 views

“Iyah pelakunya sudah ditangkap oleh anggota Polres Buru,” ujar Kasubbag Humas Polres Buru, Ipda Dede Syamsi Rifai, yang dihubungi rakyatmaluku.com, Minggu sore 3 Februari 2019.

Menyoal penyebab hingga pelaku tega melakukan aksi pembunuhan itu belum diketahui. 

“Motif dan nama pelakunya saya  belum ketahui pasti,  karena masih melakukan komunikasi dengan teman-teman di lapangan, nanti saya kabari  lagi. Yang pasti pelakunya telah ditangkap kurang dari 24 jam, pasca aksi pembunuhan yang dilakukannya,” ujar Ipda Dede Syamsi Rifai, yang mengaku anggota Polres Buru sementara dalam perjalanan dengan pelaku menuju ke Polres Buru.

Sementara itu dari informasi yang diperoleh rakyatmaluku.com ternyata pelaku dan korban mempunyai hubungan keluarga.

“Iyah pelaku masih punya hubungan keluarga dengan korban,” ujarnya

Seperti diberitakan sebelumnya pembunuhan sadis terjadi Sabtu 2 Februari 2019, sekira pukul 18.30 WIT,  di Desa Waelikut Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan yang menewaskan tiga warga setempat.

Yakni  Fauzan Pontororeng (7)  meninggal dunia  karena  mengalami Luka Potong di bagian wajah, Irma Seleky (37) alami luka potong pada bagian leher, dan seorang balita (1)  meninggal dunia karena mengalami luka potong pada bagian punggung belakang.

Dari informasi yang diperoleh rakyatmaluku.com,   Kepala Pemuda Desa Waelikut, Darwis, bahwa sekitar pukul 18.30 WIT mendengar teriakan masyarakat yang melihat korban pertama Fauzan Pontororeng yang kemudian yang bersangkutan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Waelikut. 

Mendapat laporan tersebut, kepala Desa Waelikut langsung melaporkan kejadian kepada pihak Polsek Waesama.

Baca Juga :  Oknum Dosen Melakukan Pungli, Pihak Rektorat FKIP Unkhair Memberikan Sangsi

Pada saat kejadian penemuan korban, Fauzan Pontororeng, beberapa masyarakat merasa curiga karena melihat bercak darah yang mengarah ke rumah Almarhum Alim Nurlatu, kemudian masyarakat datang di rumah Almarhum Alim Nurlatu dan melempari rumah dengan Batu.

Pada saat  itu didapati ke dua korban korban lain atas nama Irma Seleky dan 1 Balita. 

Menurut keterangan warga bahwa pada saat masyarakat melempari rumah sempat terlihat bayangan pelaku yang melarikan diri lewat pintu belakang rumah dan langsung masuk ke arah hutan.

 Berdasar Hasil olah TKP sementara oleh pihak  Kepolisian bahwa kemungkinan pelaku setelah melakukan pembunuhan pertama  di rumah Almarhum Alim Nurlatu terhadap kedua korban a.n. Irma Seleky dan 1 Balita (belum diketahui identitas) lalu pelaku keluar rumah dan mendapati korban atas mama Fauzan Pontororeng yang sedang duduk di kursi teras rumahnya yang berjarak kurang lebih 10 meter. 

Kemungkinan  pelaku merasa takut kalau korban telah melihat pelaku keluar dari rumah sehingga pelaku langsung menebas korban pada bagian wajah hingga meninggal di tempat.

Pada saat kejadian pembunuhan korban Fauzan Pontororeng bahwa disekitar korban saat itu sepi dan korban sedang sendirian di rumah karena kedua orang tua korban masih berada di Namlea.

Kepala Satu Korban Putus 

Sementara itu, Irma Seleky, satu dari tiga korban pembacokan di Desa Waelikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, ternyata kepalanya putus ketika ditebas pelaku .

“Pasca kejadian, anggota Polsek Waesama masuk ke dalam rumah Almarhum Alim Nutlatu, itu ditemukan dua korban, Irma Seleky dan anak dari Au Nurlatu. Kondisi  Irma  mengalami putus kepala dalam posisi terlentang,” kata Kasubbag Humas Polres Buru,  Ipda Dede Syamsi Rifai.

Baca Juga :  Kas Kosong, Kepala PDAM Saumlaki Tak Bayar Gaji Pegawai

Dikatakan, sebelum menghabisi balita dan Irma Seleky, pelaku terlebih dahulu membacok Fauzan Pontororeng.  

“Fauzan saat itu duduk di kursi depan rumah Abdul Haji. Korban dibacok dua kali, dan meninggalkan dunia diatas kursi. Pukul 19.00 WIT, baru diketahui dua korban lainnya di rumah Almarhum Alim Nurlatu,”

Komentar

News Feed