oleh

Gonjang Ganjing Aturan Bisnis Ojol

Halmaheranews.com——- Hari ini sejumlah komunitas driver ojol yang tergabung dalam aliansi ojol (gojek/grab) melakukan unjuk rasa bersama di depan gedung CCC terkait isu peraturan mentri tentang’Perlindungan Keselamtan Pengguna Sepeda Motor’ yang dirumuskan oleh tim 10 di jakarta. Kata Muhidin selaku koordinator dari komunitas SPARTAN (2/11).

Hasil rumusan aturan baru tersebut tidak hanya cacat hukum tapi mencederai hak-hak fundamental para driver ojol sebagai mitra langsung dari pihak aplikator.

Muatan-muatan aturan aturan dalam draft yang beredar tidak sepenuhnya menggambarkan medan, situasi dan representasi kondisi sosial di makassar, karena draft tersebut disusun oleh tim yang sepenuhnya semua berasal dari luar makassar tanpa melibatkan langsung mitra yang ada di sini. Imbuh Muhidin.

Selain itu pihak aplikator juga mengeluarkan kebijakan baru sistem 8 jam kerja dan penurunan insentif yang tidak hanya merugikan mitranya tetapi juga sangat tidak manusiawi. Dalam tuntutan para mitra, berharap pihak pemerintah dan aplikator dalam mengeluarkan kebijakan mempertimbangkan hak-hak dasar tentang kesejahteraan mitra entah itu dilihat dari aspek kondisi sosial kota makassar atau ekspektasi masa depan para mitranya.

(ka anne bisnis ojolka tena na eksis punna teai mitra na dipaccinikang. Teriak ahmadi salah satu driver yang ikut berunjuk rasa mengeluarkan pendapatnya)

Baca Juga :  Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar membuka Acara Sosialisasi Minerba

Komentar

News Feed